Up Where We Belong travel blog


Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, mencatat telah menilang 886 kendaraan yang melanggar lawan arus dan melintas di atas trotoar, selama dua hari penindakan tanggal 17 sampai 18 Juli 2017, di Ibu Kota Jakarta.

"Total penindakan pelanggaran melawan arus dan trotoar tanggal 17 sampai dengan 18 Juli, sebanyak 886 kendaraan," ujar Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, Rabu (19/7).

Ia menyebutkan, tanggal 17 Juli, Polantas menindak 61 kendaraan, dengan barang bukti yang disita 36 Surat Izin Mengemudi (SIM), 24 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan satu sepeda motor.

"Tanggal 18 Juli kendaraan yang ditindak sebanyak 825. Barang bukti yang disita 487 SIM, 336 STNK dan dua sepeda motor," ungkapnya.

Ia menyampaikan, penindakan dilakukan Satuan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, Tim Tertib dan Lancar Ditlantas Polda Metro Jaya, Satuan Pengamanan dan Pengawalan Ditlantas Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Pusat, Polres Jakarta Utara, Polres Jakarta Barat, Polres Jakarta Selatan, dan Polres Jakarta Timur.

Berdasarkan data, Satuan Pengamanan dan Pengawalan Ditlantas Polda Metro Jaya paling banyak melakukan penindakan berjumlah 193 pelanggar. Diikuti Polres Jakarta Timur 117 pelanggar, Polres Jakarta Selatan 116 pelanggar, Tim Tibcar Ditlantas Polda Metro Jaya 96 pelanggar, Polres Jakarta Barat 73 pelanggar, Polres Jakarta Utara 64, dan Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya 51 pelanggar.

Budiyanto menuturkan, Ditlantas Polda Metro Jaya dan Polres jajaran akan terus meningkatkan kegiatan rutin berupa penindakan terhadap pelanggar lawan arus dan trotoar untuk membuat efek jera serta menciptakan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas.

"Kami akan terus melakukan penindakan lebih lanjut. Masih banyak trotoar yang digunakan tidak pada peruntukannya sehingga merugikan dan membahayakan pejalan kaki," jelasnya.

Diharapkan, masyarakat dapat turut berperan serta dalam mengembalikan fungsi trotoar untuk pejalan kaki. Bagi pelanggar akan ditilang sesuai Pasal 284 Juncto 106 ayat 2 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sanksi pidana 2 bulan kurungan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, tingkat kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas memang masih minim. Seperti di Jalan Panjang arah Permata Hijau sebelum Pertigaan Pos Pengumben, Jakarta Barat, beberapa sepeda motor masih naik ke atas trotoar karena jalan macet, pagi ini.



Advertisement
OperationEyesight.com
Entry Rating:     Why ratings?
Please Rate:  
Thank you for voting!
Share |