Up Where We Belong travel blog


Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan mengubah metro mini menjadi minitrans. Ini tidak lepas dari adanya bantuan kemudahan mendapatkan kredit pinjaman untuk merevitalisasi metro mini atau bus sedang kepada para pengusaha metro mini.

Artinya, tidak akan ada lagi bus sedang bernama metro mini yang sudah tua, rusak dan tidak laik jalan beroperasi di jalan-jalan ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan seluruh metro mini yang ada di Jakarta akan bergabung dengan Transjakarta. Agar dapat bergabung dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), salah satu syaratnya adalah metro mini tersebut harus direvitalisasi.

Bila sudah direvitalisasi, maka namanya bukan lagi metro mini melainkan Mini Trans. Dan bus sedang ini akan menjadi bus feeder atau pengumpan bagi bus Transjakarta.

“Metro mini itu akan kita dorong untuk tergabung dengan Transjakarta dan merevitalisasinya, memperbarui metro mini yang sudah uzur supaya transportasi massal di Jakarta menjadi layak,” kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (19/7).

Agar transportasi massal di Jakarta semakin baik dan terintegrasi, maka Pemprov DKI meminta PT Transjakarta untuk menggandeng bus-bus sedang di Jakarta.

Dan ia memberikan apresiasi kepada para pengusaha bus sedang yang mau bergabung dengan manajamen PT Transjakarta. Mereka mau dibayar dengan sistem rupiah per kilometer dan memberikan kewenangan kepada PT Transjakarta untuk melatih para sopir mereka.

“Nah kita gandeng bus sedang. Alhamudulillah, kemarin ada beberapa pengusaha bus sedang metro mini sudah gabung sama kita,” ujarnya.

Ketika mereka bergabung dengan PT Transjakarta, mereka mendapatkan pinjaman pembiayaan untuk merevitalisasi armada mereka. Yakni mereka bisa membeli armada baru dengan pinjaman yang lunak selama tujuh tahun.

“Mereka mendapatkan pembiayaan dari BNI Syariah. Jadi ke depan harus ada perubahan, bukan hanya dari sisi kendaraannya saja, tetapi juga dari sisi pengemudinya. Saya minta juga dilatih secara khusus. Harus berubah,” terangnya.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, fasilitas pembiayaan yang diberikan BNI Syariah kepada Mitra Transjakarta dapat digunakan untuk pembelian bus sedang. Mereka bisa mendapatkan pinjaman hingga maksimal Rp 562 juta dengan tenor pengembalian selama tujuh tahun.

Untuk tahap awal, penyaluran pembiayaan yang diberikan BNI Syariah kepada Mitra Transjakarta adalah untuk peremajaan 300 unit dengan total pembiayaan yang dialokasikan sebesar Rp 168 miliar.

Untuk tahun ini, ditargetkan akan ada 600 unit metromini atau bus sedang di Ibu Kota yang sudah diremajakan melalui penyaluran pembiayaan BNI Syariah. Diharapkan ke depan, pihaknya bisa membantu revitalisasi sebanyak 1.000 bus sedang pada tahun depan.



Advertisement
OperationEyesight.com
Entry Rating:     Why ratings?
Please Rate:  
Thank you for voting!
Share |